Farmakoterapi 1 Bagi Penderita CAP

Pemilihan Terapi yang Tepat Bagi Penderita CAP (Community Acquired Pneumonia) Berat
CAP (Community Acquired Pneumonia) didefinisikan sebagai suatu penyakit pneumonia yang dimulai di luar rumah sakit atau didiagnosa dalam 48 jam setelah masuk rumah sakit pada pasien yang tak tinggal dalam fasilitas perawatan jangka panjang selama 14 hari atau lebih sebelum onset gejala (Tierney dkk, 2002). Diketahui berbagai patogen yang cenderung dijumpai pada faktor resiko tertentu misalnya H.influenza pada pasien perokok, patogen atipikal pada pasien lansia, gram negatif pada pasien dari rumah jompo. Patogen pneumonia komunitas rawat inap diluar ICU 20-70% tidak diketahui penyebabnya. S. Pneumoniae dijumpai pada 20-60%, H. Influenzae dijumpai sekitar 3-10%. Patogen pada pneumonia komunitas di ICU sebanyak 10%, 50-60% tidak diketahui penyebabnya, sekitar 33% disebabkan S. pneumoniae.

Pneumonia komuniti yang berat dapat diartikan sebagai pneumonia yang perlu perawatan di ICU, karena pneumonia berat dapat mengancam kehidupan. Berdasarkan modifikasi kriteria pneumonia berat menurut ATS dibagi menjadi kriteria minor dan kriteria mayor.

  • Kriteria minor (data dasar ketika penderita datang) : 
Frekuensi napas > 30/menit
PaO2/FiO2 kurang dari 250 mmHg
Gambaran rontgen paru menunjukkan kelainan bilateral
Gambaran rontgen paru melibatkan > 2 lobus
Tekanan sistolik < 90 mmHg
Tekanan diastolik < 60 mmHgKriteria mayor (data yang ditemukan pada waktu masuk atau pada pengamatan selanjutnya)
  • Membutuhkan ventilasi mekanik
  • Infiltrat bertambah > 50%
  • Membutuhkan vasopressor > 4 jam (septik shok)
  • Serum kreatin > 2 mg/dl atau peningkatan > 2 mg/dl, pada penderita riwayat penyakit ginjal atau gagal ginjal yang membutuhkan dialisis
  • Penderita yang memerlukan perawatan ICU adalah penderita yang mempunyai paling sedikit 2 dari 3 gejala minor atau 1dari 2 gejala mayor.       
  • Pembahasan
Berdasarkan patofisiologi CAP adalah Patogen yang sampai ke trakea berasal dari aspirasi bahan yang ada di orofaring, kebocoran melalui mulut saluran endotrakeal, inhalasi dan sumber patogen yang mengalami kolonisasi di pipa endotrakeal. Faktor risiko pada inang dan terapi yaitu pemberian antibiotik, penyakit penyerta yang berat, dan tindakan invansif pada saluran nafas.Faktor resiko kritis adalah ventilasi mekanik >48jam, lama perawatan di ICU. Faktor predisposisi lain seperti pada pasien dengan imunodefisien menyebabkan tidak adanya pertahanan terhadap kuman pathogen akibatnya terjadi kolonisasi di paru dan menyebabkan infeksi.

Proses infeksi dimana patogen tersebut masuk ke saluran nafas bagian bawah setelah dapat melewati mekanisme pertahanan inang berupa daya tahan mekanik ( epitel,cilia, dan mukosa), pertahanan humoral (antibodi dan komplemen) dan seluler (leukosit, makrofag, limfosit dan sitokinin).Kemudian infeksi menyebabkan peradangan membran paru ( bagian dari sawar-udara alveoli) sehingga cairan plasma dan sel darah merah dari kapiler masuk. Hal ini menyebabkan rasio ventilasi perfusi menurun, saturasi oksigen menurun.11 Pada pemeriksaan dapat diketahui bahwa paru-paru akan dipenuhi sel radang dan cairan , dimana sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk membunuh patogen, akan tetapi dengan adanya dahak dan fungsi paru menurun akan mengakibatkan kesulitan bernafas12, dapat terjadi sianosis, asidosis respiratorik dan kematian.

Klasifikasi keparahan dari CAP menetukan terapi yang akan digunakan. Menurut guidline ATS ada beberapa terapiantibiotik yang direkomendasikan sebagai terapi CAP. Tujuan terapi CAP adalah menurunkan progresivitas infeksi sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dalam makalah ini membahas perbandingan efektifitas terapi antibiotik monoterapi dan kombinasi dalam terapi CAP. Antibiotik yang digunakan ialah β-Laktam-Makrolid, Monoterapi Fluoroquinolon, β–Lactam,β–Lactam-Fluoroquinolon,Makrolid. membandingkan kombinasi β-Laktam – makrolid, monoterapi β-Laktamdan monoterapi quinolon (levofloksasin, gatifloksasin, moxifloksasin, atau gemifloksasin).Berdasarkan mortalitasnya, pada penggunaan kombinasi sefalosporin generasi kedua dan makrolid menunjukkan tingkat mortalitas yang lebih rendah yaitu 19,8 %, sedangkan pada monoterapi fluoroquinolon sebesar 22,8% dan monoterapi sefalosporin sebesar 34,7 %.

Penggunaan kombinasi sefalosporin generasi ketiga dengan makrolid menunjukkan tingkat mortalitas yang lebih rendah daripada monoterapi sefalosporin generasi ketiga yaitu sebesar 0,9 %, sedangkan monoterapi sefalosporin sebesar 3,1 %. Pada hari ke 14 rawat inap, penggunaan kombinasi β-Laktamdan makrolid pada CAP parah menunjukkan tingkat mortalitas yang lebih rendah daripada monoterapi floroquinolon yaitu sebesar 8,2 % sedangkan monoterapi floroquinolon sebesar 26,8 % hal yang sama juga ditunjukkan pada hari ke 30 rawat inap dimana tingkat mortalitas terapi kombinasi  lebih rendah daripada monoterapi floroquinolon yaitu sebesar 18,4 % sedangkan monoterapi floroquinolon sebesar 36,6%.
Penggunaan kombinasi makrolid dan β-Laktampada pasien CAP yang dirawat di ICU menunjukkan tingkat mortalitas yang lebih rendah daripada pemberian kombinasi floroquinolon dan β-Laktamyaitu sebesar 26,1 % sedangkan kombinasi floroquinolon dan β-Laktamsebesar 46,3 %
(Gambar 1)
Farmakoterapi 1

Menurut Lodise et al (2007), pada pasien CAP parah dilihat tingkat mortalitas pada hari ke 14 dan 30 menunjukan bahwa pada penggunaan kombinasi β-Laktam –makrolid memiliki tingkat mortalitas yang lebih rendah secara signifikan bila dibandingkan dengan monoterapi fluoroquinolon. Penggunaan kombinasi β-Laktam dan makrolid juga menunjukkan frekuensi syok yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang menerima aminoglikosida.
Pada penelitian Niederman (2005), penggunaan monoterapi fuoroquinolon pada pasien CAP parah membutuhkan dosis yang lebih tinggi dibanding pada indikasi lain. Monoterapi fluorokuinolon efektif pada pasien yang resisten terhadap obat sefalosforindengan komplikasi infeksi meningeal.
Selain tingkat mortalitas untuk melihat efektifitas terapi juga dilihat terhadap lama tinggal di rumah sakit. Pada penelitian Martinez (2015), pada kelompok yang mendapatkan monoterapi sefalosforin generasi ketiga dan monoterapi makrolida menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap lama waktu tinggal di rumah sakit ( 5.2±2.8 vs 5.2 ±4.3 hari).
(Gambar 2)
Farmakoterapi 2

Menurut Lodise et al (2007), penggunaan terapi kombinasi dan monoterapi tidak memberikan efek yang siginifikan terhadap lama waktu tinggal di rumah sakit pada pasien CAP. Dapat dilihat pada tabel bahwa pada pasien kategori PSI V menunjukan tidak ada perbedaan yang siginifikan.
Untuk perbandingan efektifitas antibiotik golongan β-Laktam pada sefalosforin -generasi kedua-makrolida dan sefalosforin generasi ketiga-makrolida, menunjukan bahwa lebih efektif pada kombinasi terapi sefalosforin generasi kedua-makrolid bila dibandingkan dengan generasi ketiga. Hal ini berdasarkan tingkat mortalitas, pada sefalosforin generasi kedua tingkat mortalitas sebesar 19,8% sedangkan generasi ketiga sebesar 28,6% . Namun dibeberapa penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua golongan tersebut. Diperlukan adanya study tentang efektifitas diantar dua generasi tersebut bila dilihat dari tingkat resistennya.
Selain efektifitas kita juga melihat dari keamanaan dua kelompok terapi yaitu monoterapi dan kombinasi, seperti takikardia tidak ada perbedaan yang signifikan baik pada pasien yang menerima monoterapi maupun kombinasi. Dapat disimpulkan bahwa terapi CAP parah yang dirawat di rumah sakit yang paling tepat adalah β-Laktam- makrolid. β-Laktam yang digunakan merupakan sefalosforin generasi kedua sepeti cefuroxime.

Kombinasi β-Laktam-makrolid lebih baik dibandingkan dengan kombinasi lain karena makrolid memiliki efek imunomodulator. Makrolida memiliki sifat imunomodulator yang dapat berkontribusi pada keunggulan terapi kombinasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makrolid mengurangi respon proinflamasi rangsangan infeksius, termasuk sitokin utama (seperti interleukin - 1 , tumor necrosis factor alpha , interleukin-6 , dan interleukin - 8 ). Modulasi respon imun dapat meningkatkan hasil pasien dengan mengurangi proinflamasi komplikasi sepsis seperti disfungsi organ sekunder. Respon  imunomodulator ditimbulkan oleh makrolid tidak menyeluruh, dan makrolida memiliki efek minimal untuk gamma interferon, sebuah sitokin kunci dalam restorasi fungsi kekebalan setelah sepsis yang disebabkan immunoparalysis. Berbeda dengan floroquinolon, fluoroquinolon memiliki efek imunosupresif lebih global, termasuk penurunan yang signifikan dari interferon gamma.
Pemilihan terapi kombinasi lebih direkomendasikan dilihat dari faktor – faktor pemilihan kombinasi terapi daripada monoterapi pada pasien CAP berat sebagai berikut :
  • Kombinasi terapi memiliki cakupan yang lebih baik pada mikroorganisme atipikal termasuk Chlamydia pneumonia dan Mycoplasma pneumonia
  • Terapi kombinasi memiliki mekanisme kerja di dua lokasi yang berbeda dalam bakteri: penghambatan sintesis dinding sel oleh β-laktam, dan penghambatan sintesis protein oleh makrolida. Makrolid juga telah terbukti memiliki efek antiinflamasi yang sangat efektif. dengan mengurangi pelepasan interleukin-8 dan tumor necrosis factor-a. Selain itu, makrolid menghambat sintesis protein, berpotensi menurunkan produksi faktor virulensi.
  • Kesimpulan
Pemilihan terapi yang disarankan untuk penderita CAP berat adalah kombinasi terapi. Berdasarkan penelitian, pasien dengan CAP berat yang memerlukan rawat inap yang ditunjukkan dengan angka mortalitas mengalami penurunan. Kombinasi terapi yang direkomendasikan adalah β-laktam- makrolida.
    semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca, wassalamualaikum.wr.wb



Manfaat Buah Bengkoan Untuk Kecantikan

Manfaat bengkoang untuk kesehatan dan perawatan kecantikan
buah yang satu ini merupakan salah satu buah yang memang banyak mengandung air.sehingga menghasilkan rasa segar bagi yang mengkonsumsinya.buah ini tumbuh seperti ubi,singkong,talas dan yang lainnya didalam tanah yang gempur.tetapi berbeda dengan umbi-umbian lainnya, walaupun buah bengkoang tumbuh didalam tanah tanah akan tetapi mempunyai rasa yang manis dan menyegarkan.
buah ini juga banyak sekali mengandung vitamin C kalsium,zat besi, lemak, karbohidrat bahkan vitamion B yang memang sangat baik untuk kebutuhan tubuh kita.bukan hanya itu di jaman sekarang buah bengkoang pun sudah di jadikan sebagai bahan utama dalam produk-produk kecantikan yang beredar dipasaran. baik dikalangan biasa maupun dikalangan elit seperti para artis,penyanyi,dan masih banyak lagi yang menggunakannya yang juga dapat dengan mudah kita gunakan dan secara alami pula.

kandungan buah bengkoan dan manfaatnya

Buah bengkoang yang tidak hanya dijadikan sebagai bahan produk kecantikan, tetapi juga sebagai asupan nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh danmasih banyak lainnya manfaat dari buah bengkoang sendiri.berikut manfaat buah bengkoang ;

Sebagai pelembab kulit 

Sebagai pelembab kulit

Banyaknya kandunga air dalam bengkoang dan juga memiliki rasa yang segar dan manis itu. kandunga air yang banyak dalam bengkoang mempunyai unsur anti inflamasi yang berkhasiat mendinginkan kulit dari kekeringan yang di akibatkan sinar matahari yang terik. cara penggunaanya adalah dengan menghancurkan bengkoang sampai halus dan oleskan pada wajah seperti memakai masker, yang akan menghasilkan kulit menjadi lebih halus dan tampil lebih segar dari biasanya.



Merawat kulit agar lebih sehat
Kandungan vitamin C dan vitamin B yang tercampur dengan kadar air pada buah bengkoang, bisa membantu menjadikan kulit tampil lebih sehat dan fresh.buah bengkoang pun bisa kita konsumsi dengan cara dimakan langsung atau pun dengan cara di jus.agar berkhasiat dengan baik agar tidak menambahkan apapun saat mengkonsumsi buah tersebut, misalnya saat di jus usakan untuk tidak memberi campuran seperti susu,gula ataupun lainnya yang bisa membuat khasiat bengkoang berkurang.atau juga bisa kita jadikan sebagai masker untuk muka dan lainya seperti pada lengan,leher bahakan bisa untuk seluruh tubuh kita.

Mampu membuat wajah cerah

Secara kahsiat tidak banyak beberda dengan buah lainnya, akan tetapi hanya pada buah bengkoang banyak yang menggunakan sebagai perawatan kecantikan,buat buah bengkoang menjadi masker dan gunakan pada malam hari saat ingin tidur, kemudian saat bangun bilas dengan air secara bersih menyeluruh pada bagian yang di beri masker bengkoang tersebut. proses menjadikannya buah bengkoang menjadi masker akan banyak menfaat seperti mencerahkan wajah,membantu menghilangkan noda-noda kusam pada wajah,dan noda-noda gelap pada wajah.

Mencegah penuaan dini pada kulit 

Kandungan air pada bengkoang dan juga vitamin C pada bengkoang ini dapat memunda penuaan dini pada kulit, karna memang buah bengkoang sangat ampuh untuk mencegah kekeringan pada wajah akibat sinar matahari yang mampu mempercepat penuaan pada kulit wajah dan kulit kusam pada wajah.untuk menunda penua dini pada kulit wajah gunakan bengkoang sebagai masker pada malam hari sebelum tidur dan gunakan minimal 3 kali dalam seminggu, lihat hasilnya setelah anda menggunakan bengkoang sebagai masker unutk wajah.

Sebagai bahan produk kecantikan


Sama seperti yang dijelaskan pada sebelumnya, produk-produk kecantikan saat ini banyak yang menggunakan buah bengkoang sebagai bahan dasarnya, karena memang kandungannya yang sangat baik untuk kesehatan sepertert; vitamin C,vitamin B,kandungan mineral, yang mampu mencerahkan kulit , melembabkan,kulit, bahkan membantu menghilangkan noda-noda pada wajah bahkan dapat memperlambat proses penuaan.
Semoga bermanfaat terimakasih atas kunjungannya...

6 buah yang bermanfaat untuk pencernaan

6 Buah Yang Bermanfaat Melancarkan Kesehatan Pencernaan

6 Buah Yang Bermanfaat Melancarkan Kesehatan Pencernaan
Pada buah-buahan terdapat banyak macam kandungan nutrisi dan juga vitamin yang sangat baik dan sangat diperlukan oleh tubuh kita untuk meningkatkan dan menjaga kondisi kesehatan tubuh.dan juga untuk melancarkan sistem pencernaan pada tubuh. keadaan tubuh bisa dikategorikan pada sistem pencernaan yang lancar dan juga sistem metabolisme yang normal. untuk itu anda yang menginginkan hidup sehat dengan cara yang alami yaitu bisa dengan mengkonsumsi buah-buahan setiap hari secara rutin yang banyak akan manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan sistem percernaan kita.
berikut ini beberapa buah-buahan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan kita;

1. Buah Pepaya Untuk Kesehatan Pencernaan


Buah yang satu ini mengandung banyak vitamin dan juga jumlah tinggi enzim percernaan yang disebut dengan papain. papain sendiri merupakan serat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan percernaan dan penyerapan protein.banyak diyakini dengan mengkonsumsi pepaya akan mengurangi resiko terkenanya kanker usus besar. dan juga tentunya sangat baik untuk menjaga kesehatan percernaan.

2. Buah Pisang Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah Pisang Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah pisang jelas kaya akan manfaat, salah satunya adalah dapat menyehatkan sistem pencernaan kita. manfaat dari buah ini karna buah pisang banyak mengandung serat yang cukup tinggi. jika dalam buah memiliki kandungan serat yang tinggi jelas buah tersebut sangat efektif dalam memperlancar sistem percernaan, BAB dengan rutin dan teratur pula.

3. Buah Melon Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah Melon Untuk Kesehatan Pencernaan

Mengkonsumsi melon dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh kita dan juga pencernaan kita,kandungan air yang terdapat pada buah melon ini memang sangat baik untuk penyehatan percernaan kita. buakan hanya kandungan air, kandungan mineral pada buah melon dapat menghilangkan keasaman dalam tubuh yang harus dihilangkan dari tubuh kita karna akan mengganggu proses kesehatan pencernaan kita, terlebih lagi pada bgian organ lambung tubuh kita.

4. Buah Belimbing Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah Belimbing Untuk Kesehatan Pencernaan

Manfaat buah belimbing tidak kalah baiknya dengan buah yang lain untuk sistem percenaan kita.belimbing juga membantu mencegah infeksi pada mulut dan tenggorokan kita. hal tersebut dikarenakan kandungan yang terdapat buah belimbing ,vitamin C dan pro vitamin A yang berkhasiat untuk melancarkan sistem pencernaan dengan baik.

5. Buah Jambu ( jambu bij) Untuk Kesehatan Pencernaan 

Buah Jambu ( jambu bij) Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah jambu biji yang kaya akan vitamin C ini dan zat antioksidan berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol pada tubuh.yang menjaga sistem pencernaan dan dapat mencegah timbulnya konstipasi. dan  juga masih banyak kandungan pada buah jambu yang berfungsi menyehatkan tubuh kita.

6. Buah Tomat Untuk Kesehatan Pencernaan

Buah Tomat Untuk Kesehatan Pencernaan

Manfaat buah tomat untuk kesehatan tidak diragukan lagi,buah tomat mempunyai kandungan antioksidan yang sangat tinggi.kandungan aktioksidan pada buah tomat akan mengatasi masalah srmbrlit dan juga susah buang air besar.sealian utnutk pencernaan manfat buah tomat masih banyak lagi seperti,mengurangi resiko terkena kanker,menyeimbangkan gula darah dalam tubuh dan juga sangat baik untukpenderita penyakit diabetes.

Nah tuh banyak sekali buah-buahan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita,untuk itu admin menyarankan untuk kita semua agar mengkonsumsi buah-buahan setiap hari , buah apapun itu yang kita konsumsi selalu mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh kita semua.
Semoga bermanfaat terimakasih atas kunjungannya...